Tugas orang baik adalah Memperlambat kehancuran peradaban
Oleh : Dr. Zawil Huda, SH, MA
" Jika kita tidak mampu menahan keruntuhan peradaban. Tapi minimal kita ikut memperlambat kejatuhannya. "
Di zaman ini adalah masa hancurnya nilai nilai kemanusiaan. Peradaban moral manusia menuju titik terendah. Keadilan merupakan hal yg paling sulit untuk didapatkan. Meskipun engkau cari lewat lembaga peradilan itu sendiri. Karena sistem hukum dan budaya penegakan hukum telah sengaja dibuat oleh kelompok penguasa jahat hanya berpihak kepada kaum borjuis dan orang kaya. Rakyat kecil nyaris selalu kalah dan dikalahkan. Perangkat negara seakan sebuah harmoni yang kopak untuk mendukung orang berkuasa dan oligarki.
Anda mesti melihat paradok paradok yang nyata dalam hidup di era sekarang. Era ini disebut dengan era sangat modern, padahal moral manusia makin mendekati kebinatangan.
Para oknum penegak hukum justru merekalah yang ikut meruntuhkan hukum. Pihak pemerintah malah mereka juga ternyata masih diperintah oleh elit tersembunyi atau hidden global. Pelindung rakyat justru aktor yang jadi pemeras rakyat. Negara yang sejatinya sebuah organisasi besar buat mensejahterakan warganegaranya, tapi faktanya menjadi organisasi yang berupaya sistemik dalam memiskinkan warganegara itu sendiri lewat pajak dan tagihan yang menyesakkan.
Inilah kontradiksi nyata yang tengah dipertontonkan realitas dunia hari ini.
Lalu bagaimana sikap orang orang baik dalam menghadapi kondisi ini ?
Pertama, Tarik napasmu. Tatap dengan tenang. Santai lah seakan kau raja. Setidaknya anda memang raja buat dirimu sendiri.
Kedua, Lakukan upaya kecil mulai dari disiplin hidup jam tidur dan bangun tidur. Rapikan ranjangmu. Kemudian makan dan minum yang cukup.
Ketiga, Bekerja lah mencari Riski yang halal atau legal. Hidupi keluarga secara layak. Ibadah yang tulus kepada Tuhan.
Keempat, Bersosial seluas luasnya tanpa mengorbankan prioritas hidupmu.
Kelima, Dan berkarir lah tanpa memaksakan agar terhindar dari stres.
Ke-enam, Setelah itu pilih peranmu yang paling mas buat jiwa manusiawimu. Ikut aktiv merubah realitas.
Ketujuh, Terjun dalam melakukan sosial engineering atau rekayasa sosial.
Kedelapan, Jangan terbawa arus. Ciptakan gelombang arus mudik sendiri.
Kesadaran bahwa zaman ini sudah rusak tidak boleh membuatmu untuk menyerah dan pasrah. Bahkan ikut pula terjerumus menjadi pelaku kejahatan. Jangan sama sekali.
Ingat, kejahatan merajalela bukan karena kuatnya orang jahat, tapi karena lemahnya orang baik didaerah itu. Orang baik yang diam tidak bergerak sama dengan setan yang menonton kejahatan. Alias silent devil.
Upaya kita tidak bisa menghambat keruntuhan peradaban. Tapi kita bisa memperlambat keruntuhan itu.
Ibarat pokok kayu yang besar yang sudah miring. Tangan kita tidak kuasa menopangnya. Tapi banyak tangan akan mampu memberi jeda kejatuhannya secara perlahan.
Barangkali kita cuma bisa mengulur waktu kejatuhannya tidak secepat jatuh jika dibiarkan begitu saja. Intinya, upayaku selalu punya efek positif. Jangan merasa kesepian terlalu banyak yang dapat membunuh pergerakan mu.
Bangkitlah bersama manusia manusia merdeka yang masih ada. Bangun jaringan. Ciptakan arus baru. Nanti akan menjadi gelombang samudera yang ombaknya bergelora mencipta badai topan yang meruntuhkan tirani.
Keadaan mu saat ini telah di alami para pahlawan diberbagai negara. Bahkan para nabi juga telah sangat merasakannya. Sepi berjuang dalam sunyi. Kekurangan kawan dan dana. Itulah fakta fakta pasti bagi sang pejuang. Jangan berdalih dan jangan menyerah.
Ikan dilautan jika berhenti berenang maka dia akan hanyut dibawa arus ke tepian pantai. Aktivis jika berhenti bergerak, dia akan menjadi orang awam yang dimangsa. Bagaimana pun orang cuma takut kepada singa. Bukan kepada kambing.
Nabi bersabda : di akhir zaman yang berkuasa itu adalah ruwaibidhoh. Para sahabat bertanya. Siapakah ruwaibidhoh itu ya nabi ?
Jawab nabi : orang yang sebenarnya bodoh tapi dia malah memimpin orang banyak. Rojulut tafih fi amril ammah.
Realitas inilah yang sedang terjadi hampir di seluruh dunia. Kenapa bukan orang orang cerdas yang memimpin publik?
Karena orang orang baik itu menyerah dan menyingkir ke trotoar kekuasaan.
Kuncinya anda wajib maju, maju dan terjang. Orang jahat mesti kalah. Bukan orang baik yang mau dibujuk untuk mengalah. []