Setiap warga negara berhak terhadap akses pendidikan dan berhak untuk diperlakukan sebagai manusia yang merdeka. Tidak terkecuali orang miskin dan kecil.
Apapun bentuk kediktatoran di dunia pendidikan mesti dihapuskan.
Ujunggading, kawalbangsa.com -----
Merasa ditindas, akhirnya Wali murid inisial ibuk NUI laporkan beberapa oknum SMPN 1 lembah melintang, ujung gading, pasaman Barat, Sumatera Barat ke polisi dan Ombudsman pada senin, 22 Juni 2026. Diduga ada tindak pidana dan maladministrasi.
Bermula dari rangkaian kezaliman yang dialami dua putrinya di sekolah terkait pada beberapa bulan terakhir. Anaknya inisial K kelas 7 dibully di dalam lokal saat ditinggalkan guru pelajarannya pada bulan Mei 2026 yang berakibat korban pingsan dan rusak tulangnya sesuai hasil ronsen.
Kemudian disusul lagi dengan kezaliman terhadap anaknya yang kelas 8 yang diduga diteror berkali kali oleh seorang oknum di dalam ruang kelas sebagai modus licik yang terencana untuk tidak dinaikkan kelas. Lalu ketika sang ibu menghubungi wali kelas terkait, malah no hpnya diblokir oleh sang wali kelas inisial KM. Bahkan di group WA oknum tersebut diduga telah mempermalukan siswinya yang lemah. Bukti bukti sudah diserahkan ke polisi.
" Saya ibu yang miskin dan lemah pak. Mungkin menurut mereka saya memang tidak layak dilayani dengan manusiawi karena saya orang kecil. Tapi saya tidak terima perlakuan mereka ini. Maafkan aku jika mengangkat deritaku ini ke media. Dan saya sudah laporkan ke pihak dinas pendidikan, ke polisi, dan ke Ombudsman. " Terang ibuk N dengan cucuran air mata.
" Saya akan coba berjuang sampai tuntas meskipun harus ke tingkat kementerian di jakarta. Semoga Tuhan menolong saya. Dan semoga ada manusia yang dijadikan Tuhan sebagai asbab dalam memperjuangkan hak - hak anak- anak saya ini." Sambungnya.
Seorang pengacara kota Padang telah bersedia mendampingi ibuk N dengan putrinya ke Polres pasbar secepatnya di bagian PPA.
" Teror di kelas itu pidana serius terhadap anak dibawah umur. Apalagi bullying yang berakibat cedera tulang pula. Korbannya dua orang kakak beradik. Sekolah negeri kenapa bisa begitu ya ? Beraninya kok sama orang miskin. Anak anak orang kaya dan pejabat tidak berani. Diskriminasi serta intimidasi parah ini. kenapa pihak dinas pendidikan diam. kita dan tim akan bantu anak anak calon generasi bangsa ini." Ucap advokat bernyali singa itu yang tidak mau disebut identitasnya untuk sementara.
Di tempat terpisah, bapak Marwazi seorang dewan yang berhati mulia merasa heran dengan kasus ini.
" Kita akan suarakan keadilan untuk ibuk. Sabar dan teruslah gigih untuk berupaya." Kata beliau yang juga mantan kadis pendidikan pasbar di masanya.
Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak SMPN terkait. []
By, SS