SEKOLAH TANPA TEMBOK DI ERA DIGITAL GLOBAL
Oleh: EDY JUARMINSON, M.Pd.
Mahasiswa S3 Prodi Studi Islam Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Opini, kawalbangsa.com----
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Internet, media sosial, dan platform pembelajaran daring memungkinkan proses belajar berlangsung tanpa dibatasi ruang dan waktu. Kondisi ini melahirkan konsep *Sekolah Tanpa Tembok*, yaitu sistem pendidikan yang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada ruang kelas fisik.
Di era digital global, peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dari berbagai sumber seperti video pembelajaran, kelas online, perpustakaan digital, hingga kecerdasan buatan. Sekolah tidak lagi menjadi satu-satunya pusat informasi. Karena itu, peran guru juga berubah, dari penyampai materi menjadi fasilitator dan pembimbing dalam proses belajar.
Sekolah tanpa tembok memiliki beberapa kelebihan, seperti fleksibilitas belajar, akses informasi yang lebih luas, dan peluang kolaborasi dengan masyarakat global. Peserta didik dapat belajar kapan saja dan di mana saja sesuai kebutuhan mereka. Selain itu, teknologi membantu menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.
Namun, konsep ini juga menghadapi tantangan, seperti kesenjangan akses internet, kurangnya literasi digital, dan berkurangnya interaksi sosial secara langsung. Oleh sebab itu, penggunaan teknologi dalam pendidikan harus tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan pemerataan akses pendidikan.
Dengan demikian, sekolah tanpa tembok menjadi gambaran pendidikan masa depan yang lebih terbuka, fleksibel, dan berbasis teknologi. Meskipun demikian, kehadiran guru dan interaksi sosial tetap penting untuk membentuk karakter dan kualitas peserta didik di era digital global.[]
Editor, Ajay MZ