Jika tidak terbuka informasi tentang PKH, maka pasti ada yang disembunyikan karena takut ketahuan modus modus korupsinya.
Ujung gading, kawalbangsa. Com -----
Tidak terbukanya data penerima PKH dan bansos lainnya di kantor 9 buah Nagari dan kantor camat Lembah melintang kabupaten pasaman Barat, sumbar, menjadi indikasi kuat adanya dugaan permainan dan korupsi oleh oknum-oknum jahat. Awak media kawalbangsa. Com melakukan investigasi di kantor camat Lembah melintang,pasbar pada kamis, 03 September 2026.
Ketika kawalbangsa. Com konfirmasi kepada kordinator pendamping pkh kecamatan Lembah melintang, beliau mengatakan informasi tentang nama-nama penerima tidak boleh dan tidak perlu dibuka di depan publik atau untuk umum. Ini kata atasan saya. Ucap beliau.
Hal ini jelas jelas bertentangan dengan demokrasi dan uu no 14 tahun 2008. Dan ibuk kordinator ini berbeda sekali dengan himbauan menteri sosial bapak Saifulloh Yusuf di jakarta. Dan bisa di akses di youtob juga.
"Kita akan lapor ke polisi dan ke bapak menteri dalam beberapa hari ini. " Jelas Hariri hsb.
"Kami penerima pkh tidak pegang kartu KKS pak. Siapa yang simpan kami tidak tahu. " Kata pak jk nasution bingung.
"Saya dulu pernah Terima, tapi sekarang tidak lagi. Katanya nama saya hilang. Kok bisa ya pak? '"Imbuh Erni lubis heran.
Kosong lompong dinding mes camat Lembah melintang dari nama penerima PKH dan Bansos. Ada apa ?
Di pulau Jawa sudah banyak pendamping PKH yang tipu penerima PKH dengan modus simpan kartu KKS dan cairkan diam diam. Korbannya ratusan orang.
Di kecamatan Lembah melintang sedang dilakukan pendalaman oleh beberapa LSM dan wartawan. Bagi warga Lembah melintang yang merasa korban silahkan datang secepatnya menemui wartawan media on-line kawalbangsa. Com. []
By, SS