“PMII Pasaman Barat Turun ke Jalan: Gerakan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pasaman Barat ".
Bencana banjir besar dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Pasaman Barat dalam beberapa hari terakhir tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memperlihatkan betapa rentannya masyarakat terhadap minimnya kesiapsiagaan bencana. Di tengah kondisi tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII Pasaman Barat) mengambil langkah cepat dan tegas dengan turun langsung ke jalan untuk menggalang bantuan bagi korban terdampak.
Aksi galang dana yang dilakukan di pusat-pusat keramaian ini bukan sekadar respons spontan, melainkan bentuk kritik moral terhadap lambannya penanganan di beberapa titik bencana. Para kader PMII berdiri di bawah terik matahari sambil membawa kotak donasi, menyerukan solidaritas dan kepedulian masyarakat untuk turut membantu saudara-saudara mereka yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan mata pencaharian.
Dalam aksi tersebut, bendera kebesaran PMII berkibar tegak—melambangkan keberanian mahasiswa untuk hadir di garis depan kemanusiaan. PC PMII Pasaman Barat menegaskan bahwa aksi ini bukan kegiatan satu hari yang bersifat seremonial. Mereka berkomitmen melanjutkan galang dana selama beberapa hari ke depan, hingga bantuan yang terkumpul cukup dan bisa benar-benar meringankan kebutuhan mendesak para korban.
Ketua PC PMII Pasaman Barat, Angga Raidi Lubis, menegaskan pernyataan sikapnya secara lugas:
“Aksi ini tidak akan berhenti hari ini saja. Kami melihat langsung kebutuhan warga di lapangan yang jauh dari kata cukup. PMII harus hadir bukan hanya mengumpulkan donasi, tetapi juga mengkritisi minimnya kesiapan dan respon cepat di beberapa wilayah terdampak. Selama kondisi belum membaik, aksi kami akan terus berlanjut.”
Ucapan ketua tersebut mempertegas bahwa mahasiswa tidak hanya bergerak dengan empati, tetapi juga dengan kesadaran kritis terhadap situasi yang sedang berlangsung. Galang dana ini diharapkan mampu mempercepat penanganan darurat, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan kesehatan bagi warga yang terisolasi banjir dan longsor.
PC PMII Pasaman Barat menyerukan agar seluruh lembaga pemerintah, tokoh masyarakat, dan organisasi sosial memperkuat koordinasi. Bencana ini, kata mereka, tidak dapat diselesaikan hanya dengan bantuan sesaat—harus ada perbaikan sistem yang lebih struktural agar masyarakat tidak terus menjadi korban setiap musim hujan tiba.
Dengan membawa semangat “Merawat Kemanusiaan”, PMII Pasaman Barat menegaskan diri sebagai garda terdepan solidaritas. Bagi mereka, aksi kemanusiaan bukan agenda musiman, tetapi komitmen panjang untuk rakyat Pasaman Barat yang sedang berjuang berdiri kembali.