Suhron, S.Pd. (Ucok) Mantapkan Langkah Menuju Pilwana Koto Tangah, Berbekal Pengalaman dan Pengabdian untuk Masyarakat
Pasaman Barat – Sosok Suhron, S.Pd., yang akrab disapa Ucok, semakin dikenal luas sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki pengalaman panjang dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan pembangunan nagari. Dengan rekam jejak tersebut, ia memantapkan langkah untuk mengikuti Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Koto Tangah.
Bagi masyarakat Lubuk Gadang, nama Suhron bukanlah sosok yang asing. Sejak tahun 2006 hingga saat ini, ia aktif mengabdikan diri sebagai guru mengaji, membina generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang baik. Kepercayaan masyarakat juga mengantarkannya menjadi Imam Lubuk Gadang pada periode 2019–2021.
Dedikasi Suhron dalam pembangunan telah terlihat sejak tahun 2009 saat dipercaya menjadi Panitia Pembangunan Gedung TK Istiqomah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Setahun kemudian, ia kembali mendapat amanah sebagai Panitia Pemilihan Wali Nagari Parit tahun 2010.
Pengalaman yang paling menonjol dalam perjalanan pengabdiannya adalah ketika dipercaya menjadi Pendamping Nagari di berbagai wilayah. Ia pernah bertugas sebagai Pendamping Nagari Desa Baru pada 2015, Pendamping Nagari Parit pada 2016–2018, Pendamping Nagari Sungai Aur pada 2019–2022, kembali menjadi Pendamping Nagari Parit pada 2023, dan pada 2024 dipercaya menjadi Pendamping Nagari di Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman.
Selama bertugas, Suhron terlibat dalam pendampingan berbagai program pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di Nagari Parit, misalnya, ia ikut mendampingi pembangunan Polindes Labuai, Polindes Tamiang, serta pembangunan Gedung TK di Ulu Simpang sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Niat Suhron untuk maju dalam Pilwana Koto Tangah juga bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Di hadapan tokoh masyarakat dan warga Lubuk Gadang, ia telah beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk mengabdikan diri melalui jalur kepemimpinan nagari. Menurutnya, pengalaman selama bertahun-tahun mendampingi pemerintahan nagari menjadi bekal penting untuk memahami kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan yang lebih terarah.
Dengan pengalaman di bidang sosial, keagamaan, serta pembangunan nagari, Suhron berharap dapat menghadirkan pemerintahan nagari yang mengutamakan pelayanan, transparansi, dan kebersamaan. Ia menilai kemajuan nagari hanya dapat dicapai melalui kerja sama antara pemerintah nagari dan seluruh elemen masyarakat.
Pilwana Koto Tangah menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen dalam membangun nagari. Rekam jejak panjang pengabdian Suhron menjadi salah satu modal yang akan dinilai langsung oleh masyarakat dalam pesta demokrasi tingkat nagari tersebut.

